(Bahkan Sebelum Kamu Selesai Bicara)
Pernah
nggak, kamu denger orang ngomong hal biasa aja, tapi kamu langsung percaya?
Atau
sebaliknya:
seseorang
ngomong penuh logika, tapi kamu tetap ngerasa “ada yang nggak nyambung”?
Bukan
soal isi omongannya, tapi bagaimana tubuhnya ngomong.
Menurut
riset dari UCLA (yang sering dikutip oleh ahli komunikasi Carol Kinsey Goman), hanya
7% pesan yang ditangkap dari kata-kata.
Sisanya?
Datang dari nada suara dan bahasa tubuh.
Artinya:
Mulutmu
bisa bilang “Aku percaya diri”, tapi kalau tanganmu gemetar dan matamu
menghindar, otak orang lain akan percaya pada tubuhmu, bukan kata-katamu.
Bayangkan
dua orang presentasi:
Yang
pertama: isi oke, tapi tangan menutup dada, badan mundur, pandangan ke lantai.
Yang
kedua: kalimatnya biasa aja, tapi senyum tulus, tangan terbuka, dan tatapan
tenang.
Siapa
yang bikin ruangan ikut terlibat?
Yang
kedua … karena tubuhnya bilang: “Aku yakin. Dan kamu boleh percaya.”
Kata-kata
punya arti.
Tapi
tubuhlah yang bikin orang percaya.
Berikut
9 bahasa tubuh yang bisa bikin omonganmu nggak cuma didengar, tapi dipercaya,
diingat, dan diikuti.
1.
Kontak Mata yang Tenang, Bukan Menatap, Bukan Menghindar
Jangan
menatap kayak detektif. Jangan juga melirik lantai kayak salah.
Cukup
pandang mata lawan bicara saat sampaikan poin penting, lalu alihkan sebentar
(ke samping, ke bawah) buat kasih ruang.
Ini
tanda:
“Aku
hadir. Aku jujur. Tapi aku nggak mau mendominasi.”
Orang
langsung merasa dihargai, bukan ditekan.
2.
Telapak Tangan Terbuka, Bahasa Tubuh Paling Jujur
Saat
kamu bicara dengan telapak tangan menghadap ke atas atau ke depan, otak lawan bicara
menangkap:
“Orang
ini nggak sembunyi-sembunyi. Dia terbuka.”
Sebaliknya,
tangan di balik punggung, di saku, atau menyilang dada?
Bikin
kamu terlihat defensif atau ragu, meski kata-katamu tegas.
3.
Postur Terbuka & Tegak, Bukan Kaku, Tapi Kokoh
Bahu
ke belakang. Dada terbuka. Kaki stabil.
Ini
bukan soal jadi “superhero”.
Tapi
postur ini ngirim sinyal ke otakmu sendiri:
“Aku
aman. Aku punya ruang. Aku layak didengar.”
Dan
keajaibannya?
Kamu
jadi benar-benar lebih percaya diri, bukan cuma kelihatan.
4. Gerakan Tangan yang Selaras, Bukan Gugup, Tapi Bermakna
·
Tangan yang menggarisbawahi kata kunci,
·
membuka saat jelaskan ide,
·
atau mengepal pelan saat tekankan poin … itu
bikin omonganmu hidup.
Hindari:
·
Menggosok jari
·
Menyentuh leher/wajah
·
Gerakan acak … Itu tanda stress, dan orang
langsung nangkep:
“Dia
ngomong, tapi kayaknya gugup atau nggak yakin.”
5.
Senyum yang Pas Waktunya, Bukan Masker, Tapi Ekspresi
Senyum
sepanjang waktu? Malah jadi kayak topeng.
Senyum
yang muncul pas lagi cerita lucu, tunjukkan empati, atau sambut ide bagus?
Itu
tanda emosi yang otentik.
Dan
orang jauh lebih percaya pada emosi yang terasa nyata, bukan yang dipaksain.
6.
Gerakan yang Punya Tujuan, Bukan Gelisah, Tapi Sengaja
Jalan
ke depan saat mau tekankan sesuatu?
Pindah
sisi ruangan biar semua orang merasa diajak bicara?
Itu
namanya “intentional movement” — gerakan yang direncanakan.
Tapi
kalau kamu mondar-mandir gak jelas, orang malah fokus ke gerakanmu, bukan
katamu.
7.
Anggukan Kecil, Ajakan untuk Setuju, Bukan Memohon
Angguk
pelan saat sampaikan poin penting?
Bikin
lawan bicara merasa ikut, meski belum sepenuhnya paham.
Tapi
jangan kebanyakan, karena anggukan berlebihan malah bikin kamu terlihat cari
validasi, bukan menyampaikan keyakinan.
8.
Keheningan yang Nyaman, Jangan Takut Diam
Orang
sering panik pas ada jeda, lalu ngomong cepat-cepat biar “nggak kaku”.
Tapi
diam sejenak setelah sampaikan ide penting?
Itu
tanda keyakinan.
Kamu
kasih ruang buat orang meresapi, bukan cuma dengar.
Dan
yang lebih penting:
Kamu
nggak takut keheningan.
Itu
ciri orang yang nyaman dengan dirinya sendiri.
9.
Ekspresi Wajah yang Selaras, Jangan “Kata Senang, Muka Cemas”
Kalau
kamu bilang:
“Aku
senang banget sama kolaborasi ini!”
... tapi
alismu cemberut dan mulutmu tegang, orang akan percaya pada wajahmu, bukan
katamu.
Latih
diri biar emosi di dalam = ekspresi di luar.
Karena
keselarasan itu yang bikin komunikasi terasa jujur.
Bahasa
tubuh bukan soal “akting” biar kelihatan keren.
Tapi
soal menyelaraskan diri: antara pikiran, perasaan, dan cara kamu hadir di
ruangan.
Karena
tubuh nggak bisa bohong.
Dan
saat kata-kata dan tubuhmu nyambung … kamu nggak cuma didengar, kamu dipercaya.
Mulai
hari ini, coba latih satu saja dari 9 hal di atas.
Mungkin
cuma:
·
Buka telapak tangan saat meeting
·
Senyum pas bener-bener ngerasa senang
·
Atau diam 2 detik sebelum jawab
Lihat
bedanya.
Orang
akan merasakan sesuatu…
tapi
mungkin nggak tahu apa.
Yang
jelas, mereka jadi lebih mau dengar kamu.
Kalau
kamu pernah ngerasain momen di mana bahasa tubuhmu nyelamatin omonganmu, atau
malah bikin salah paham, cerita di kolom komentar!
Dan
kalau kamu kenal orang yang isi kepalanya brilian, tapi tubuhnya bilang “jangan
percaya”…
kirim
artikel ini.
Bisa
jadi, yang perlu belajar bukan otaknya, tapi caranya hadir di dunia.
Head Office: Jln. Taman Kencana III Blok P3 No. 11A, Jaka Setia, Bekasi
Marketing Office : Jln. Arabika III Blok AB2 No.1 Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Email: info@mopintar.co.id
Phone: 081290593242
Copyright © 2020 MOPINTAR. All Rights Reserved
Form Komentar