9 Bahasa Tubuh yang Bikin Orang Percaya

Mopintar
Share Link

ID: 209
Kategori:
Tanggal: 2025-12-03
Dibuat oleh: Administrator MOPINTAR
Jenis Posting : Artikel
Penulis : Mugi Subagyo


(Bahkan Sebelum Kamu Selesai Bicara)

 

Pernah nggak, kamu denger orang ngomong hal biasa aja, tapi kamu langsung percaya?

 

Atau sebaliknya:

seseorang ngomong penuh logika, tapi kamu tetap ngerasa “ada yang nggak nyambung”?

 

Bukan soal isi omongannya, tapi bagaimana tubuhnya ngomong.

 

Menurut riset dari UCLA (yang sering dikutip oleh ahli komunikasi Carol Kinsey Goman), hanya 7% pesan yang ditangkap dari kata-kata.

Sisanya? Datang dari nada suara dan bahasa tubuh.

 

Artinya:

Mulutmu bisa bilang “Aku percaya diri”, tapi kalau tanganmu gemetar dan matamu menghindar, otak orang lain akan percaya pada tubuhmu, bukan kata-katamu.

 

Bayangkan dua orang presentasi:

 

Yang pertama: isi oke, tapi tangan menutup dada, badan mundur, pandangan ke lantai.


Yang kedua: kalimatnya biasa aja, tapi senyum tulus, tangan terbuka, dan tatapan tenang.


Siapa yang bikin ruangan ikut terlibat?

Yang kedua … karena tubuhnya bilang: “Aku yakin. Dan kamu boleh percaya.”

 

Kata-kata punya arti.

Tapi tubuhlah yang bikin orang percaya.

 

Berikut 9 bahasa tubuh yang bisa bikin omonganmu nggak cuma didengar, tapi dipercaya, diingat, dan diikuti.

 

1. Kontak Mata yang Tenang, Bukan Menatap, Bukan Menghindar


Jangan menatap kayak detektif. Jangan juga melirik lantai kayak salah.

 

Cukup pandang mata lawan bicara saat sampaikan poin penting, lalu alihkan sebentar (ke samping, ke bawah) buat kasih ruang.

 

Ini tanda:

“Aku hadir. Aku jujur. Tapi aku nggak mau mendominasi.”

 

Orang langsung merasa dihargai, bukan ditekan.

 

2. Telapak Tangan Terbuka, Bahasa Tubuh Paling Jujur


Saat kamu bicara dengan telapak tangan menghadap ke atas atau ke depan, otak lawan bicara menangkap:

 

“Orang ini nggak sembunyi-sembunyi. Dia terbuka.”

 

Sebaliknya, tangan di balik punggung, di saku, atau menyilang dada?

Bikin kamu terlihat defensif atau ragu, meski kata-katamu tegas.

 

3. Postur Terbuka & Tegak, Bukan Kaku, Tapi Kokoh


Bahu ke belakang. Dada terbuka. Kaki stabil.

 

Ini bukan soal jadi “superhero”.

Tapi postur ini ngirim sinyal ke otakmu sendiri:

 

“Aku aman. Aku punya ruang. Aku layak didengar.”

 

Dan keajaibannya?

Kamu jadi benar-benar lebih percaya diri, bukan cuma kelihatan.

 

4. Gerakan Tangan yang Selaras, Bukan Gugup, Tapi Bermakna


·       Tangan yang menggarisbawahi kata kunci,

·       membuka saat jelaskan ide,

·       atau mengepal pelan saat tekankan poin … itu bikin omonganmu hidup.

 

Hindari:

·       Menggosok jari

·       Menyentuh leher/wajah

·       Gerakan acak … Itu tanda stress, dan orang langsung nangkep:

 

“Dia ngomong, tapi kayaknya gugup atau nggak yakin.”

 

5. Senyum yang Pas Waktunya, Bukan Masker, Tapi Ekspresi


Senyum sepanjang waktu? Malah jadi kayak topeng.

 

Senyum yang muncul pas lagi cerita lucu, tunjukkan empati, atau sambut ide bagus?

Itu tanda emosi yang otentik.

 

Dan orang jauh lebih percaya pada emosi yang terasa nyata, bukan yang dipaksain.

 

6. Gerakan yang Punya Tujuan, Bukan Gelisah, Tapi Sengaja


Jalan ke depan saat mau tekankan sesuatu?

Pindah sisi ruangan biar semua orang merasa diajak bicara?

 

Itu namanya “intentional movement” — gerakan yang direncanakan.

 

Tapi kalau kamu mondar-mandir gak jelas, orang malah fokus ke gerakanmu, bukan katamu.

 

7. Anggukan Kecil, Ajakan untuk Setuju, Bukan Memohon


Angguk pelan saat sampaikan poin penting?


Bikin lawan bicara merasa ikut, meski belum sepenuhnya paham.

 

Tapi jangan kebanyakan, karena anggukan berlebihan malah bikin kamu terlihat cari validasi, bukan menyampaikan keyakinan.

 

8. Keheningan yang Nyaman, Jangan Takut Diam


Orang sering panik pas ada jeda, lalu ngomong cepat-cepat biar “nggak kaku”.

 

Tapi diam sejenak setelah sampaikan ide penting?

Itu tanda keyakinan.

 

Kamu kasih ruang buat orang meresapi, bukan cuma dengar.

 

Dan yang lebih penting:

Kamu nggak takut keheningan.

Itu ciri orang yang nyaman dengan dirinya sendiri.

 

9. Ekspresi Wajah yang Selaras, Jangan “Kata Senang, Muka Cemas”


Kalau kamu bilang:

 

“Aku senang banget sama kolaborasi ini!”

 

... tapi alismu cemberut dan mulutmu tegang, orang akan percaya pada wajahmu, bukan katamu.

 

Latih diri biar emosi di dalam = ekspresi di luar.

Karena keselarasan itu yang bikin komunikasi terasa jujur.

 

Bahasa tubuh bukan soal “akting” biar kelihatan keren.

Tapi soal menyelaraskan diri: antara pikiran, perasaan, dan cara kamu hadir di ruangan.

 

Karena tubuh nggak bisa bohong.

Dan saat kata-kata dan tubuhmu nyambung … kamu nggak cuma didengar, kamu dipercaya.

 

Mulai hari ini, coba latih satu saja dari 9 hal di atas.

Mungkin cuma:

·       Buka telapak tangan saat meeting

·       Senyum pas bener-bener ngerasa senang

·       Atau diam 2 detik sebelum jawab

 

Lihat bedanya.

Orang akan merasakan sesuatu…

tapi mungkin nggak tahu apa.

 

Yang jelas, mereka jadi lebih mau dengar kamu.

 

Kalau kamu pernah ngerasain momen di mana bahasa tubuhmu nyelamatin omonganmu, atau malah bikin salah paham, cerita di kolom komentar!

 

Dan kalau kamu kenal orang yang isi kepalanya brilian, tapi tubuhnya bilang “jangan percaya”…

kirim artikel ini.

 

Bisa jadi, yang perlu belajar bukan otaknya, tapi caranya hadir di dunia.




Form Komentar

Address

Head Office: Jln. Taman Kencana III Blok P3 No. 11A, Jaka Setia, Bekasi

Marketing Office : Jln. Arabika III Blok AB2 No.1 Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Phone & Email

Email: info@mopintar.co.id

Phone: 081290593242

Copyright © 2020 MOPINTAR. All Rights Reserved