(Bukan Soal Kerja Keras, Tapi Soal Jadi Orang yang “Layak Dipercaya Pegang Kendali”)
Pernah
nggak sih, kamu lihat teman kerja yang kerjaannya nggak lebih banyak dari kamu,
tapi
tiba-tiba dipromosiin?
Sementara
kamu?
Udah
lembur tiap minggu, responsif 24/7,
tapi
posisimu tetap di tempat yang sama.
Jangan
buru-buru bilang: “Ah, dia deket sama bos.”
Karena
faktanya, naik jabatan itu bukan soal “siapa yang paling sibuk”, tapi “siapa
yang sudah siap memimpin, bahkan sebelum dikasih jabatan.”
Banyak
orang kerja keras, tapi masih berpikir kayak karyawan.
Mereka:
Nah, biar kamu nggak jadi “korban kesetiaan yang nggak dihargai”,
ini
9 mental yang harus kamu bangun ... mulai hari ini,
bukan
buat pamer, tapi buat jadi versi dirimu yang layak dipercaya pegang tanggung
jawab lebih besar:
1.
Mental Bertanggung Jawab: “Ini Kesalahanku, Aku yang Perbaiki”
Kalau
ada masalah, jangan cari “siapa salah”.
Langsung:
“Ini
tanggung jawabku. Aku yang pastikan ini nggak terulang.”
Orang
yang berani ambil kepemilikan atas kegagalan,
itu
yang dipercaya buat pegang proyek besar.
Karena
atasan tahu:
“Dia
nggak bakal lari pas ada badai.”
2.
Mental Proaktif: “Aku Lihat Masalah, Aku Ambil Inisiatif”
Jangan
nunggu disuruh.
Orang yang proaktif nggak perlu mic, dia jadi kompas otomatis buat timnya.
3.
Mental Strategis: “Aku Fokus pada yang Penting, Bukan yang Sibuk”
Naik
jabatan itu bukan soal makin banyak kerja, tapi makin tepat kerja.
Tanya
diri:
“Apa
yang benar-benar menggerakkan tujuan tim/bisnis?”
Lalu,
fokus di situ.
Sisanya?
Bisa ditunda, didelegasi, atau dihapus.
4.
Mental Tahan Kritik: “Koreksimu Bukan Serangan, Tapi Bahan Bakar”
Kalau
dikritik, jangan defensif.
Bilang:
“Terima
kasih, aku akan perbaiki.”
Karena
di level atas, kamu nggak bakal punya banyak teman yang bilang ‘kamu bener’, tapi
butuh yang berani bilang ‘kamu salah’.
5.
Mental Ketegasan: “Aku Bisa Ambil Keputusan, Bahkan Kalau Nggak Populer”
Jangan
jadi orang yang:
“Aku
tanya dulu ya, takut salah…”
Latih
diri ambil keputusan kecil dulu:
Karena pemimpin itu bukan yang paling disukai—tapi yang paling bisa diandalkan buat membuat keputusan.
6.
Mental Stabil: “Aku Tetap Tenang Saat Semua Orang Panik”
Di
situasi krisis, orang nggak cari yang paling pintar, tapi yang paling tenang.
Kalau
kamu bisa tetap jernih pas deadline mepet, klien marah, atau sistem error …
kamu
jadi tempat berteduh buat tim.
Dan
itu … nggak ternilai harganya.
7.
Mental Kepemilikan: “Aku Kerja Seolah Ini Perusahaanku Sendiri”
Jangan
kerja buat “selesai”.
Kerja
buat:
Karena orang yang berpikir kayak pemilik, akalnya, energinya, dan hatinya, otomatis dipersiapkan buat jadi pemimpin.
8.
Mental Komunikator Jernih: “Aku Bisa Sampaikan Ide Rumit Jadi Gampang
Dimengerti”
Di
level atas, kemampuan teknis jadi asumsi.
Yang
jadi pembeda? Kemampuan menyampaikan, meyakinkan, dan menyatukan.
Latih:
Karena ide brilian yang nggak nyampe, sama aja nggak ada.
9.
Mental Pembelajar Seumur Hidup: “Aku Nggak Tahu, Tapi Aku Mau Pelajari”
Dunia
berubah cepat.
Yang
kemarin “ahli”, hari ini bisa ketinggalan.
Orang
yang naik jabatan itu nggak takut bilang “Aku belum tahu”, tapi langsung cari
tahu, belajar, dan terapkan.
Karena
kepemimpinan itu bukan soal tahu segalanya, tapi soal mampu tumbuh lebih cepat
dari perubahan.
Naik
jabatan itu bukan hadiah buat yang paling capek, tapi kepercayaan buat yang
paling siap.
Dan
kesiapan itu nggak datang dari gelar atau senioritas, tapi dari mental yang
kamu latih setiap hari,
meski
belum ada yang lihat.
Jadi,
mulai hari ini,
kerja
seperti pemimpin,
bukan
seperti karyawan yang nunggu promosi.
Karena
kalau mentalmu sudah level atas, posisimu pasti nyusul.
“Jabatan
itu nggak datang ke orang yang memintanya.
Tapi
ke orang yang sudah lama jadi jawaban atas pertanyaan:
‘Siapa
yang bisa saya percaya buat memimpin?’”
Semoga
membantumu naik bukan karena kebetulan, tapi karena kelayakan.
Head Office: Jln. Taman Kencana III Blok P3 No. 11A, Jaka Setia, Bekasi
Marketing Office : Jln. Arabika III Blok AB2 No.1 Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Email: info@mopintar.co.id
Phone: 081290593242
Copyright © 2020 MOPINTAR. All Rights Reserved
Form Komentar