9 Cara Merespons Saat Kamu Benar-Benar Nggak Tahu Jawabannya

Mopintar
Share Link

ID: 248
Kategori:
Tanggal: 2025-12-20
Dibuat oleh: Administrator MOPINTAR
Jenis Posting : Artikel
Penulis : Mugi Subagyo


(Tapi tetap kelihatan tenang, tegas, dan bisa dipercaya)

Pernah nggak, tiba-tiba ditanya sesuatu di rapat, di depan klien, 
atau bahkan di DM Instagram … dan otakmu langsung buffering?
Kosong. Blank. Zero signal.

Insting pertama? “Aku harus jawab sekarang, biar kelihatan ngerti.”
Tapi justru di situlah jebakannya.

Faktanya, berpura-pura tahu itu kebohongan yang paling sering dilakukan dalam percakapan intelektual. Dan ironisnya, orang justru lebih percaya sama orang yang berani bilang:

“Aku belum tahu, tapi aku cari tahu.”

Penelitian dari Harvard Business School menunjukkan: mereka yang jujur soal ketidaktahuannya justru dianggap lebih cerdas, lebih bisa dipercaya, dan lebih dewasa secara emosional.

Jadi, daripada panik atau ngarang, simak 9 strategi bicara yang bisa jadi senjatamu saat kamu nggak punya jawaban, tapi tetap ingin menjaga kredibilitas, hubungan, dan rasa hormat.
  • Kejujuran Intelektual, keberanian mengakui batas pengetahuanmu tanpa malu.
  • Kontrol Narasi, kemampuan mengarahkan percakapan meski sedang “blank”.
  • Kolaborasi Emosional, cara mengajak orang lain masuk ke dalam ruang belajar, bukan menilai.
Ketiganya saling melengkapi. Dan berikut 9 tips yang mencakup semuanya:

1. Akui Jujur, Tapi Jangan Rendahkan Diri

“Saya belum tahu pasti jawabannya.”

BUKAN: “Maaf ya, aku bodoh banget soal ini…”

Mengakui ketidaktahuan bukan tanda lemah, itu bukti kerendahan hati yang berani. Tapi jangan sampai jujur jadi alasan buat merendahkan diri. Kamu nggak perlu minta maaf karena belum tahu sesuatu yang manusiawi.

2. Gunakan Frasa Transisi yang Tetap Terlihat Punya Kendali

Jangan berhenti di “nggak tahu”. Sambung dengan rencana tindak lanjut:

“Pertanyaan ini penting banget. Biar akurat, aku cari dulu data terbarunya, terus kabarin kamu sebelum jam 4 sore.”

Kalimat seperti ini mengubah ketidaktahuan jadi komitmen. Kamu nggak tahu sekarang, tapi kamu sedang menuju jawabannya.

3. Jangan Mengarang, Karena Kredibilitas Itu Lebih Mahal Daripada Kesan Sesaat

Ketika kamu mengarang jawaban, kamu menukar kepercayaan jangka panjang dengan kenyamanan jangka pendek. Dan sekali orang tahu kamu pernah “asal ngomong”, mereka akan selalu ragu setiap kali kamu bicara lagi.

Lebih baik diam sebentar, lalu bilang:

“Aku nggak mau nyerahin jawaban asal. Biar aku pastikan dulu.”

4. Ubah Posisi: Jadi Penanya, Bukan Hanya Penjawab

Ketika kamu nggak tahu, jangan diam, ajak orang lain berpikir bersamamu:

“Menarik banget pertanyaan itu. Aku juga penasaran, menurut kamu gimana?”

Ini bukan mengalihkan, tapi membangun ruang dialog. Dan siapa tahu, justru dari pertanyaanmu, muncul insight baru.

5. Sisipkan Humor Ringan, Kalau Situasinya Memungkinkan

Di momen santai, humor bisa jadi pelumas:

“Kalau aku jawab sekarang, risikonya besar: bisa kelihatan jenius … atau kelihatan ngaco.”

Tapi ingat: jangan pakai humor di situasi serius (misalnya rapat krisis atau saat orang lagi emosional). Sesuaikan dengan konteks.

6. Beri Deadline Jelas Kapan Kamu Akan Balas

Jangan bilang:
“Nanti aku cari tahu ya.” (terdengar kabur, gak jelas)

Tapi:
“Aku follow-up jawabannya paling lambat jam 3 siang hari ini.” (terdengar bertanggung jawab).

Orang jauh lebih percaya pada ketidaktahuan yang punya arah daripada jawaban setengah matang yang penuh keraguan.

7. Jadikan Momen Ini Sebagai Undangan Belajar Bareng

Ubah “Aku nggak tahu” jadi:
“Ini topik baru buat aku juga. Gimana kalau kita eksplor bareng? Siapa tahu kita nemu sesuatu yang lebih dalam.”

Kamu nggak lagi jadi satu-satunya yang diuji. Tapi partner dalam proses belajar. Dan itu jauh lebih membangun koneksi.

8. Tunda dengan Elegan, Jangan Langsung Menyerah

Kalau kamu butuh waktu berpikir, jangan panik. Gunakan frasa penundaan aktif:

“Boleh aku ambil 30 detik buat merangkum ini dulu di kepala?”
atau
“Sebelum aku jawab, izinkan aku pastikan dulu sudut pandangnya.”

Ini menunjukkan kamu sangat menghargai pertanyaannya, dan tidak ingin memberi jawaban gegabah.

9. Sambungkan dengan Nilai atau Prinsipmu (Bukan Fakta)

Kadang, kamu nggak tahu fakta-nya … tapi kamu tahu nilai-nya. Manfaatkan itu:

“Aku belum tahu angka pastinya, tapi prinsip yang selalu aku pegang: keputusan harus didasarkan pada data yang valid, bukan asumsi.”

Kamu tetap menunjukkan kedalaman, meski tidak memberi angka atau tanggal.

Saatnya Kamu Tunjukkan “Kelasku”
Nggak tahu, itu wajar. Bahkan Einstein pernah bilang:

“Semakin aku tahu, semakin aku sadar betapa sedikit yang aku tahu.”

Tapi caramu merespons ketidaktahuan itu yang menentukan: apakah kamu kelihatan rapuh … atau justru matang.

Jadi, lain kali otakmu blank, jangan buru-buru isi dengan asumsi.
Bernapas. Akui. Arahkan. Ajak kolaborasi.

Itu bukan kelemahan. 
Itu tanda kedewasaan komunikasi.

Kalau kamu pernah sukses (atau gagal total!) saat harus menjawab tanpa tahu jawabannya, cerita di kolom komentar, ya…

Dan kalau ada temanmu yang “sok tahu” tapi sering salah, kirim artikel ini pelan-pelan. Bisa jadi, ini satu-satunya nasihat yang nggak akan dia bantah.




Form Komentar

Address

Head Office: Jln. Taman Kencana III Blok P3 No. 11A, Jaka Setia, Bekasi

Marketing Office : Jln. Arabika III Blok AB2 No.1 Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Phone & Email

Email: info@mopintar.co.id

Phone: 081290593242

Copyright © 2020 MOPINTAR. All Rights Reserved