(Dan kenapa itu bukan tanda lo lemah, tapi tanda lo butuh strategi baru)
Pernah
nggak sih…
Kamu semangat banget bikin rencana:
Tapi beberapa hari kemudian?
Rencananya
masih ada, di notes HP, di buku catatan, atau di kepala doang.
Aksinya?
Nggak kelihatan.
Jangan
buru-buru bilang, “Gue emang nggak disiplin.”
Karena
masalahnya bukan di niat, tapi di sistem, mindset, atau lingkaran kecil yang
nggak Kamu sadari.
Nah,
biar Kamu nggak terus-terusan ngerasa “gagal sebelum mulai”, ini 9 alasan umum
kenapa rencana jadi wacana, plus cara bedain mana yang beneran jadi penghalang
buat Kamu.
Klasifikasi:
Tiga Akar Masalah Utama
Kita kelompokkan penyebabnya ke dalam tiga akar:
1.
Terlalu Sibuk Ngerencanain, Lupa Ngejalanin
Kamu
habiskan 2 jam bikin to-do list sempurna …
tapi
nggak mulai satu pun.
Masalahnya?
Kamu salah kira, Kamu beranggapan bahwa merencanakan = beraksi.
Padahal,
mulai 5 menit aja udah lebih baik daripada rencana 100 halaman yang nganggur.
Tips:
Terapkan “2-menit rule”, kalau bisa dilakuin kurang dari 2 menit, lakukan
SEKARANG.
2.
Nunggu Mood yang Nggak Kunjung Datang
“Nanti
kalau semangat, gue mulai.”
Tapi
kenyataannya? Mood itu muncul SETELAH Kamu mulai, bukan sebelumnya.
Nunggu
semangat = nunggu angin baik buat layar kapal yang belum Kamu pasang.
3.
Overthinking Langkah Pertama
Otak Kamu langsung nge-“what if”:
Padahal, langkah pertama nggak perlu sempurna, cuma perlu ada.
Gagal
itu bukan akhir, tapi data buat jalan selanjutnya.
4.
Nggak Ada Deadline, Jadi Santai Terus
“Nanti
aja, masih ada waktu.”
Tapi
tanpa batas waktu, otak Kamu anggap itu “opsional”, bukan “harus”.
Deadline
itu bukan tekanan, tapi kompas biar Kamu nggak nyasar di lautan “nanti”.
Tips:
Ganti “nanti” jadi “hari ini jam 7 malem”.
5.
Terlalu Banyak Alasan, Sedikit Aksi
Masalahnya? Alasan itu selalu ada, tapi waktu luang nggak pernah datang sendiri.
Kamu
harus luangkan waktu, bukan nunggu waktu luang.
6.
Nggak Ada Support System
Sendirian
itu berat.
Kalau
nggak ada teman yang ngingetin, mentor yang kasih masukan, atau komunitas yang
jalan bareng, semangat Kamu gampang kempes.
Orang
sukses bukan yang paling kuat,
tapi
yang punya lingkaran yang bikin dia tetap jalan, meski pelan.
7.
Kurang Disiplin, Kebanyakan Ngeles
Disiplin
bukan soal “keras sama diri sendiri”.
Tapi
soal janji kecil yang Kamu tepati tiap hari.
Kalau
Kamu terus-menerus melanggar komitmen ke diri sendiri,
otak
Kamu belajar: “Janji ke gue sendiri? Nggak penting.”
8.
Rencananya Terlalu Umum & Nggak Ada “How”-nya
“Gue
mau jadi lebih sehat.”
“Gue
pengin produktif.”
Tapi
… caranya gimana?
Tanpa
langkah konkret (“Jalan kaki 20 menit tiap pagi jam 6”), rencana cuma jadi
harapan kabur.
Tips:
Ubah “mau” jadi “akan lakuin X jam Y tiap hari.”
9.
Kamu Nggak Punya “Mengapa” yang Kuat
Kalau
alasan Kamu cuma:
… maka saat tantangan datang, Kamu gampang nyerah.
Tapi
kalau “mengapa”-nya dalam, misalnya:
“Gue
olahraga biar bisa main sama anak gue 20 tahun lagi”,
maka
semangat itu lahir dari nilai, bukan tren.
Rencana
Bukan Musuh … Caranya yang Perlu Dirapikan
Jadi,
kalau rencanamu jadi wacana …
itu
bukan tanda Kamu gagal.
Itu
tanda sistem Kamu perlu disesuaikan.
Dan
kabar baiknya: Kamu bisa mulai dari mana aja, hari ini, 5 menit aja.
Karena
versi terbaik dirimu bukan yang punya rencana sempurna,
tapi
yang berani mulai, meski belum siap 100%.
Coba
cek, dari 9 alasan di atas, mana yang paling sering muncul di hidup Kamu?
Fokus
perbaiki itu dulu.
Satu
aja.
Konsisten.
Sisanya
akan ikut.
Head Office: Jln. Taman Kencana III Blok P3 No. 11A, Jaka Setia, Bekasi
Marketing Office : Jln. Arabika III Blok AB2 No.1 Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Email: info@mopintar.co.id
Phone: 081290593242
Copyright © 2020 MOPINTAR. All Rights Reserved
Form Komentar